May 18, 2011

Produk Perawatan Harian yang "Aman"

Kontributor : Wahidah Mahanani Rahayu

"Duh, susah ya cari kosmetika yang aman digunakan di Taiwan ini". "Produk-produk babi kan banyak beredar di sini. Pasti barang haram itu juga digunakan di produk-produk perawatan harian dan kosmetika lokal. Terus gimana dong?". Ya, "keluhan-keluhan" dan kekhawatiran seperti itulah yang sering mampir ke telinga Tainan Halal. Untuk urusan makanan, memang semakin banyak produk-produk lokal yang mengajukan sertifikasi halal ke otoritas setempat. Namun tidak demikian halnya dengan produk kecantikan. Bahkan produk perawatan harian racikan Lian. Co. Ltd pun tidak mudah ditemukan di pasaran**. Nah, kalau sudah begini, apa solusinya? Gampang saja jawabannya. Bertanya :).

Customer service. Merekalah yang harus dihubungi jika kita ingin mengetahui dan bertanya secara detail tentang produk keluaran suatu perusahaan. Nomor hotline bebas pulsa pun pasti tercantum di kemasan produk. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan fasilitas ini untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya. Hal inilah yang rajin dilakukan Wahidah Mahanani, Sang Kontributor. Dari hasil telepon sana-sini, Beliau mendapatkan info-info penting di bawah. Silakan dibaca dengan teliti. [TH/BP]
1. Customer service Garnier (cac@tw.loreal.com) sudah mengonfirmasi bahwa produk Garnier seri Aqua Defense dan Brightening Eye Roll-On tidak mengandung bahan hewani (kutipan emailnya: 筆和卡尼爾的保養品並無添加任何動物性成分  The Roll-On and Aqua Defense Series did not contain any animal ingredients). Jadi, insya Allah produk ini aman digunakan. Untuk informasi lebih lengkap bisa menghubungi L'Oreal Taiwan Company - Customer Service melalui e-mail atau nomor bebas pulsa 0800-023-880 (Senin – Jumat 9:30 ~ 18:00).

2. Customer service Kao (public@kao.com.tw) mengonfirmasi bahwa gliserol yang digunakan dalam produk-produk mereka adalah gliserol nabati (kutipan email: 花王產品使用的甘油.都是來自於植物 – Gliserol used in Kao products are from plant). Kesimpulannya, produk-produk keluaran Kao insya Allah aman digunakan. Untuk informasi lebih lengkap dapat menghubungi Kao customer service system di nomor bebas pulsa 08000-61-668 pada hari dan jam kerja.
3. Hasil kontak per telepon dengan customer service Unilever : Gliserol dalam Dove Hair product dikonfirmasi dari bahan nabati, sedangkan sabun Dove "not yet confirmed". Sabun LUX juga dijawab "not yet confirmed" tidak mengandung bahan hewani. Kesimpulannya, produk-produk perawatan rambut dari Dove, insya Allah aman. Sedangkan sabun LUX dan sabun Dove yang belum memberikan keterangan, sebaiknya dicoret saja dari daftar produk yang kita gunakan.
4. Hasil kontak per telepon dengan Customer Service Colgate Taiwan (nomor bebas pulsa : 08000-11176) : Colgate Whitening with stain lifter hanya mengandung bahan nabati. Demikian juga hasil menelepon Customer Service NIVEA (nomor bebas pulsa : 0800-000-670)contain no animal-derived ingredient. Jadi, kedua produk tersebut insya Allah juga aman digunakan.
Wallahu a'lam bisshawab.

6 comments:

Anonymous said...

Pada kemasan sabun LUX yg saya beli di Carefour (Taiwan) terdapat tulisan dlm karakter cina yg artinya : "Country of Origin : Indonesia, Manufacturer : Pt. Unilever Indonesia, Tbk"
Artinya sabun Lux tersebut berasal dari manufacturer yang sama dengan sabun LUx di Indonesia. Pertanyaannya apakah sabun Lux yang dijual di Indo juga harus dihindari (karna belum ada konfirmasi dari Unilever)??? Dan setahu saya sabun Lux ini sudah beredar puluhan tahun di Indo tanpa ada upaya menginvestigasi kandungan ingredien dalam sabun tsb. Ini perlu mendapat perhatian serius, karna jangan hanya mencermati produk yang dijual di Taiwan.. sementara di negara sendiri kita tidak kritis..

Tainan Halal said...

Mas atau Mbak Anonymous yang dirahmati Allah SWT, kalau ada keterangan seperti itu di kemasan Sabun LUX, ya berarti jawaban pertanyaan Anda adalah 'betul, lebih baik dihindari'. Memang sabun tersebut sudah puluhan tahun beredar di tanah air. Tapi mengapa belum ada logo halalnya? Jawabannya sederhana. Karena pihak Unilever belum concern dengan urusan kehalalan produknya. Selain itu, konsumen di Indonesia juga belum terlalu concern untuk memperjuangkan kehalalan produk2 yang mereka gunakan. Jadi, silakan disimpulkan sendiri.

Maaf, pernyataan Anda bahwa 'tidak pernah ada upaya investigasi kandungan ingredien dalam sabun tersebut' itu dasarnya dari mana ya? Melakukan investigasi itu upaya personal yang harus dilakukan seorang konsumen yang waspada dan mawas diri. Tingkat kekritisan seseorang terhadap produk2 pangan dan nonpangan yang digunakan didukung penuh oleh tingkat keimanannya.

Tainan Halal hanya berusaha menyediakan informasi kepada Muslim yang ada di Taiwan. Inilah cara yang dilakukan para kontributor blog ini untuk berjihad pada tataran yang paling sederhana. Menyediakan informasi. Jika Anda tidak berkenan, sila jangan 'beranjangsana' ke blog ini. Demikian.

Anonymous said...

Upaya Tainan halal menyediakan informasi kepada Muslim di Taiwan ini saya akui memang bagus!! Dua jempol!! Namun akan lebih bagus lagi kalo informasi setelah mempelajari betul2 tentang sesuatu hal. Anda mungkin belum membuka berita terbaru tentang Unilever.. silahkan di cek di link berikut:
http://www.unilever.co.id/aboutus/newsand_media/Latest_news_new/2011/SJH-POM-MUI.aspx
Saya tidak mau menyimpulkan sendiri kalo belum ada informasi kuat tentang halal dan tidaknya sabun LUX. Perlu anda ketahui Pt unilever sudah lebih dulu concern akan kehalalan produknya, dan buktinya MUI sudah memberikan Halal Assurance System Cert. Nah setelah anda buka link yang saya berikan tersebut..Silahkan anda simpulkan sendiri apakah sabun Lux itu halal atau tidak.. SEtuju??

wahiid said...

Mas/Mbak Anonymous.
Terimakasih untuk tanggapan dan perhatian Anda.
Dalam jurnal produk halal MUI, produk LUX keluaran Indonesia memang dinyatakan HALAL oleh MUI.
Namun keterangan "dari Indonesia" ini tidak saya dapatkan untuk produk LUX CAIR yang dijual di Taiwan. Oleh karena itulah saya bertanya BEBERAPA KALI kepada customer service UNILEVER Taiwan sebagai bagian dari kewaspadaan.

Pada kali pertama, customer service menjawab tidak tahu dan akan ditanyakan kepada bagian produksi. Yang kedua, tetap tidak tahu karena bos bagian produksi sedang keluar kota. Demikian juga untuk yg ketiga dan ke empat klo gak salah, dijawab,"it's still not yet confirmed". Sila mengambil kesimpulan dan sikap bagi Anda pribadi. Kami hanya berbagi informasi.

Mekaten ^_^

wahiid said...

oh iya, kelupaan, Pak Nanung Danardono pernah menyampaikan dalam suatu kajian bahwa dalam suatu produk multinasional, ingredien yang digunakan bisa berbeda-beda bagi tiap negara. Sehingga produk yang dinyatakan halal di Amerika misalnya, tidak dapat serta merta dinyatakan halal pula di negara lain jika pabrik yang memproduksi produk itu berbeda. Silakan penyataan ini dikonfirmasi kepada pak Nanung di laman FB "Must Be HALAL".

Tainan Halal said...

@Mas/Mbak Anonymous : Terima kasih atas tautan yang Anda berikan. Info ini juga baru Tainan Halal ketahui. Karena sejak dahulu, tahunya Sabun Lux belum bersertifikat halal. Kalau sudah ya berarti alhamdulillah. Namun, seperti yang sudah disampaikan Mbak Wahiid di atas, halal itu untuk kasus Sabun Lux yang ada di Indonesia. Tidak demikian halnya dengan yang di Taiwan. Yang dibahas di sini kan Sabun Lux yang beredar di negeri Formosa. Demikian.